Anugrah PAUD 2017 untuk Darmawan Denassa

Pendiri dan Ketua Kampung Literasi Borongtala, Darmawan Denassa menerima Anugrah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2017 sebagai Tokoh/Sosok Peduli PAUD. Pemberian Anugrah berlangsung di Hotel Allium Kota Tanggerang Senin, 20 November 2017 oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Denassa menerima penghargaan tertinggi dibidang pendidikan anak usia dini ini atas usahanya selama 10 tahun mengajarkan kepedulian lingkungan hidup dan alam pada anak-anak khususnya anak pra sekolah melalui Rumah Hijau Denassa (RHD). Denassa juga sejak 2007 hingga sekarang rutin mengunjungi PAUD di Gowa dan Makassar, baik untuk menjadi pengajar, fasilitator utama Outing Class, maupun menjadi guru tamu pra kunjungan ke kawasan konservasi lingkungan dan edukasi RHD.

Darmawan Denassa bersama Para Penerima Anugrah PAUD 2017, Pemenang Membuat Cerita dan Edugame Foto Bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufida Jusuf Kalla, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Efendy di Tanggerang (20.11.2017)

Darmawan Denassa bersama Para Penerima Anugrah PAUD 2017, Pemenang Membuat Cerita dan Edugame Foto Bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Ibu Mufida Jusuf Kalla, dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Efendy di Tanggerang (20.11.2017)

Rumah Hijau Denassa didirikan Darmawan Denassa pada tahun 2007 lalu, sebagai tempat menanam kembali kekayaan hayati nusantara dengan mendahulukan tanaman lokal, endemik, dan langka dari kawasan Wallacea. Tanaman itu kemudian dijadikan media ajar dan transformasi pengetahuan secara kreatif dan inovatif karena dilakukan dengan menceritakan kisah tanaman dalam presfektif kultural, ekologis, dan sosiologisnya. Ini bisa dilakukan di RHD karena selain menyelamatkan tanaman, Denassa juga menyelamatkan kisah tanamannya. Ia mengumpulkan tanaman-tanaman itu dengan cara mengunjugi hutan, spot-spot kecil di perkampungan, hingga barter (bertukar) benih.

Darmawan Denassa Berinteraksi dengan Anak Usia Dini yang Belajar ke Rumah Hijau Denassa (RHD)

Darmawan Denassa Berinteraksi dengan Anak Usia Dini yang Belajar ke Rumah Hijau Denassa (RHD)

RHD dijaga dengan ketat melalui penetapan aturan berkunjung, standar operasional, rekam proses, dan klaster area. Area konservasi juga didesain menyerupai hutan dengan menanami aneka tumbuhan secara beragam. Dibuat setapak-setapak kecil untuk akses sekaligus media edukasi mengajarkan peserta didik kelas komunitas dan pengunjung belajar antri dan memiliki pengetahuan cara terbaik berinteraksi dengan hutan dan alam.

Darmawan Denassa

Darmawan Denassa

Kelas Komunitas merupakan kegiatan rutin pendidikan yang dimulai sejak 16 Agustus 2011, awalnya diikuti sembilan orang peserta dari Bontorikong, kini telah diikuti 300-an peserta dari 11 desa dan kelurahan sekitar RHD. Sekitar 40-an anak dalam kegiatan ini berusia pra sekolah. Proses belajar mengajar Kelas Komunitas bertujuan mendorong peserta didik habit antri, jujur, memuliakan budaya dan tradisi lokal, menyelamatkan permainan tradisional, interaksi positif, mengenal empat pilar berbangsa dan bernegara, kreatif, inovatif, dan menghargai keberagaman. Tujuan ini diajarkan melalui metode belajar yang menyenagkan seperti menjelajah, belajar bersama tokoh, bercerita, bermain, dan interaksi.

Kawasan RHD sejak 2009 juga menjadi tempat pembelajaran di luar ruangan yang juga diakses layanan TK dan PAUD baik dari Gowa maupun dari Makassar, Takalar, dan daerah lain di Sulawesi-Selatan●

Darmawan Denassa, bersama Peserta Didik TK Ceria Makassar saat Kunjungan Belajar di Rumah Hijau Denassa (RHD)

Darmawan Denassa, bersama Peserta Didik TK Ceria Makassar saat Kunjungan Belajar di Rumah Hijau Denassa (RHD)

 

Add Comment