Main Bersama Kakak Pejuang Nasi

Menjelang siang Kamis, 25 Mei 2017 sebanyak tiga kendaraan memasuki halaman depan sekretariat Kampung Literasi Borongtala di Rumah Hijau Denassa (RHD). Satu persatu penumpangnya turun, mereka tampak mengamati sekeliling, “hijauuunyaa” seru salah satu diantara mereka. Ada pula yang berkata, akhirnya sampai jugaka di sini. Empatbelasan orang yang datang siang ini adalah kakak-kakak dari Berbagi Nasi Makassar, mereka akan melaksanakan family gathering di kawasan konservasi dan edukasi yang dibuat Darmawan Denassa ini.

Salah satu kegiatan yang kami tunggu yakni main bersama mereka, itu penyampaian langsung Denassa pada kami dua hari yang lalu. Ya, kami memang suka bermain, apa saja yang jelas kalau dilaksanakan di RHD akan selalu seru, selain tempatnya enak juga banyak teman-teman dari kampung-kampung lain yang ikut hingga semakin seru, apalagi jika dapat permainan baru, itu yang kami tunggu.

Kami arahkan kakak-kakak itu ke Bimbi Room, disana Denassa sudah menunggu. Satu persatu tamu beliau salami. Mereka lalu duduk di kursi yang melingkari meja panjang di bagian timur ruangan. “Kelas Komunitas” sapa Denassa, seperti biasa kami jawab dengan “Haiiiiiii” serentak dan selalu heboh. Apa kabar? Luar biasa! Jawab kami tak kalah heboh. Kami diminta duduk di tengah ruangan, memperhatikan sesi perkenalan sebelum tamu mengajak kami bermain. Satu persatu memperkenalkan diri dengan menyebut nama, asal kampung, serta tempat kuliah atau tempat kerja.  Sesi ini sempat jeda mendengar kumandang azan Dzuhur  berkumandang.

Setelah shalat berjamaah kamipun diajak ke pelataran Mappasomba, dengan kakak Wiwi, Fika, dan seorang lagi yang saya lupa namanya, disini permainan di mulai. Ya, sesi bermain kami hanya di diampingi kakak perempuan dari Pejuang Nasi, itu gelar yang diperkenalkan mereka ke kami. Pejuang Nasi! Bagus juga ya sebutan mereka. Kami diminta membuat lingkaran, saling berpegangan tangan lalu berlari masuk ke dalam lingkaran dengan tetap berpegangan sehingga mengecil lalu mundur hingga lingkarannya kembali besar. Selesai dengan permainan itu kami duduk masih dalam posisi melingkar, kemduian saling menepuk telapak tangan lalu menyebutkan nama-nama hewan, yang salah akan menyebutkan nama lalu masuk ke tengah lingkaran. Rupanya permainan ini sekaligus bertujuan agar kami memperkenalkan diri. Maklum kakak masih belum kenal nama-nama kami, sebelumnya di Bimbi kami hanya perkenalkan sebagai peserta Kelas Komunitas oleh Denassa.

Kami bermain di Pelataran Mappasomba bersama Pejuang Nasi

Kami bermain di Pelataran Mappasomba bersama Pejuang Nasi

Menjelang pukul 14 siang, kami ajak mereka ke sky garden disini kami foto bersama salain emperhatikan aneka fauna yang ada di sekitar kebun. Iya, tidak lupa juga kami foto-foto. Sky Garden memang jadi salah satu tempat berfoto yang disukai di RHD, titian ini mempertemukan Pelataran Mappasomba dengan Pelataran Karannuang. Kami masih bermain setelah tiba di Pelataran Karannuang, foto bersama lalu kembali ke Mappasomba.

Saya, Kelas Komunitas lain, dan Kakak-kakak dari Berbagi Nasi di Halaman Depan Rumah Hijau Denassa

Saya, Kelas Komunitas lain, dan Kakak-kakak dari Berbagi Nasi di Halaman Depan Rumah Hijau Denassa

Kami kemudian makan bersama dengan Ecolunch Box Denasssa, setelah itu belajar bersama kekayaan hayati dipandu langsung Denasssa. Menjelang Ashar 50-an warga Kampung Literasi Borongtala berkumpul, mereka akan menerima paket sembako karena aktif membaca dan menulis. Ada pula beberapa orang tua Kelas Komunitas yang aktif dan banyak menulis. Pembagian sembako selesai sekitar pukul 16.30-an dilanjutkan pembagian snack ke kami. Ya, ini sesi yang tak kalah seru, anak-anak dapat makanan kesukaan, meski kami wajib mengumpulkan daun sebanyak 150 lembar perorang, karena Kakak-kakak berbagi nasi membawa snack bukan dari pangan bahan lokal, tapi tetap seru. Terimakasih Kakak-kakak Pejuang Nasi, terimakasih Berbagi Nasi Makassar.

Asraf.

RHD, 26 Mei 2017.

Add Comment