Jelajah CBE Shorea di KL Borongtala

Community Best Education (CBE) Shorea melaksanakan trip ke Kampung Literasi (KL) Borongtala, pada Ahad, 04 Februari 2018. KL Borongtala yang terletak di Kelurahan Tamallayang, Kecamatan Bontonompo, Gowa, Sulsel. Kegiatan dimulai sejak peserta berkumpul di Rumah Hijau Denassa (RHD), sekretariat KL Borongtala pada pukul 09.00 Wita.  Masing-masing peserta mendapat caping, kegiatan hari ini antara lain jelajah, tangkap ikan, tangkap bebek, dan belajar kekayaan hayati.

Setelah foto bersama dalam sesi opening, peserta kemudian berbaris rapi menuju persawahan untuk memulai kegiatan jelajah persawahan. Kegiatan ini bertujuan mendekatkan peserta yang berjumlah 40 orang dengan ekosistem sawah, mengenal siklus padi sebagai tanaman penghasil pangan utama masyarakat Indonesia, dan meningkatkan fokus mereka.

CBE Shorea Menjelajah Sawah di Kampung Literasi Borongtala, Gowa, Sulsel (04.02.2018)

CBE Shorea Menjelajah Sawah di Kampung Literasi Borongtala, Gowa, Sulsel (04.02.2018)

“Jalan dipematang yang kecil, berlupur, dan licin memutuhkan konstentrasi agar kita tidak terpeleset” ungkap Darmawan Denassa, Ketua Kampung Literasi Borongtala yang juga merupakan owner RHD.

Sepanjang 500 meter area jelajah di persawahan, peserta didampingi fasilitator dan relawan Kampung Literasi, mereka mendapat penjelasan aneka tanaman dan hewan yang ditemui sepanjang perjalanan. “Ini keong, sidikitnya diarea ini kita akan menemukan dua jenis, satu kecil berlumut yang lazim dikonsumsi satu lagi berwarna kuning dengan ukuran lebih besar” Nurlina  menjelaskan anak-anak yang didampinginya. Sejak 10 tahun silam populasi keong kuning meningkat drastis sehingga beberapa tahun terakhir menjadi hama bagi tanaman padi (Oriza zativa). Penjelasan tampak diamati peserta yang diikuti anak  usia dua hingga 70 tahun.

Setelah berjalan sekitar 50 menit, peserta tiba di area tangkap ikan. Ratusan ekor ikan lele, nila, dan bolu jawa sudah disiapkan   pengelola RHD di sawah untuk mereka tangkap. Keseruan tangkap ikan dilanjutkan dengan lomba tangkap bebek. Kegiatan ini berlangsung hingga menjelang siang. Para peserta kemduian kembali ke kawasan inti RHD.

Setelah makan siang, peserta mengikuti literasi sains lainnya yakni Belajar Kekayaan Hayati didampingi Darmawan Denassa, peserta tampak antusias mendengar nama, kisah, dan manfaat belasan jenis tanaman dari hampir 500 yang telah diselamatkan Denassa. Kegiatan kemudian berakhir di tempat diskusi setelah peserta belajar manfaat asam dan pohon bambu■

Add Comment